1. Sejarah WALHI NTT

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Nusa Tenggara Timur dibentuk pada tanggal 4 – 5 Oktober 1996 di Maumere. Pada Awalnya Walhi NTT hanya memiliki 14 jaringan anggota LSM yang mewakili semua daerah kepulauan se-NTT. Semenjak moncong gerakan Walhi Daerah NTT diunjukkan, 6 LSM lainnya mengundurkan diri. Secara organisatoris ini sebuah ujian bagi WALHI NTT. Kondisi ini tidak membuat WALHI NTT mundur malah semakin menujukkkan taringnya. Pada PDLH WALHI Daerah NTT 2001, tercatat 22 LSM anggota dan 15 calon anggota. Pada PDLH itu, jumlah keanggota WALHI NTT menjadi 37 lembaga. Dengan kekuatan ini, WALHI Daerah NTT terus melakukan pengorganisasian, kampanye dan pendidikan rakyat demi membangun sikap kritis rakyat terhadap setiap kebijakan Negara terkait isu lingkungan, Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Pada PDLH Luar Biasa WALHI NTT, tanggal 12-13 Februari 2008 terdapat 39 Lembaga yang masih menjadi anggota Daerah NTT dan 11 Lembaga Calon Anggota (Data Terlampir). Keanggotaan ini mencakup 3 pulau besar di NTT (Timor, Sumba dan Flores).

Dalam perkembangan ada begitu banyak lembaga yang ingin bergabung tetapi WALHI Daerah NTT, namun Eksekutif merencanakan untuk melakukan verifikasi keanggotaan sehingga memiliki militansi dan konsistensi perjuangan. Selain itu, keanggotaan lembaga juga ada banyak OR yang telah terdaftar dan selama ini menjadi wilayah cakupan dampingan WALHI Daerah NTT. Sedangkan bidang pengkaderan, WALHI Daerah NTT telah menginisiasi terbentuknya Sahabat Lingkungan di 3 Kabupaten yaitu; Sahabat Lingkungan Tana Puang Sikka (Kab. Sikka), Sahabat Lingkungan Duang Gelaran Larantuka, (Kab. Flores Timur), Sahabat Walhi Tana Wekenena Redi Waimenanga (Sumba Tengah), Pembentukan Sahabat Alam (SALAM) di Kota Kupang bagi Mahasiswa/i. Namun semua proses ini mengalami permasalahan pada periode 2010-2011 karena banyak faktor diantaranya; ketersedian pendamping dan keterbatasan logistik dalam mendukung seluruh aktivitas organisasi tersebut. Hanya saja, bahwa relasi sosial yang dibangun itu tetap dijalankan dalam koordinasi persoanal. Artinya bahwa ideologi yang terbangun bukan sebatas pada organisasi tetapi pada sebuah spirit hidup cinta akan kelestarian dan pemulihan ekologi NTT

2. Visi, Misi dan Mandat WALHI NTT

Visi WALHI

Terwujudnya suatu tatanan sosial ekonomi, dan politik yang adil dan demokratis yang dapat menjamin hak-hak rakyat atas sumber-sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat.

Misi dan Nilai Dasar WALHI

Jaringan pembela lingkungan hidup yang independen untuk mewujudkan tatanan masyarakat dan tanan lingkungan hidup yang adil serta demokratis;

WALHI percaya hak lingkungan hidup yang sehat dan layak adalah hak Asasi Manusia;

WALHI menjunjung tinggi keadilan gender, hak-hak masyarakat marginal dan hak-hak makhluk hidup;

WALHI percaya gerakan lingkungan hidup harus berkembang menjadi gerakan sosial yang mengutamakan solidaritas, aksi-aksi konfrontatif yang kreatif dan tanpa kekerasan;

WALHI percaya organisasi yang demokratis, terbuka, bertanggung jawab dan profesional akan mampu melindungi hak-hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Mandat WALHI NTT

Untuk menjalankan visi dan misi tersebut WALHI NTT pada PDLH V tahun 2016 memperoleh dua jenis mandat yakni :

A.    Mandat Eksternal

– Penguatan isu dan advokasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil

– Penguatan Isu dan advokasi Nusa Tanpa Tambang

– Penguatan isu dan advokasi/konservasi air untuk rakyat

– Penguatan solidaritas perjuangan antar pulau di NTT

– Kampanye dan pengorganisasian Calon Pemimpin Muda NTT yang berwawasan ekologis

– Penguatan, inventarisasi dan perluasan wilayah kelola rakyat yang bersama WALHI dan anggota WALHI

B.   Mandat Internal

– Penguatan Konsolidasi dan solidaritas anggota antar pulau

– Penguatan penggalangan sumber daya WALHI NTT ( Fundraising)

– Penguatan, verifikasi Anggota dan calon anggota WALHI NTT

– Reorganisasi Sahabat Alam WALHI NTT dan sekolah ekologi